Kearifan lokal dalam rangka pengobatan berdasarkan etnis budaya masyarakat lokal atau etnomedisin, termasuk jamu, merupakan warisan bangsa Indonesia yang bernilai tinggi, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan. Untuk mendorong kelestarian jamu nusantara, Balai Besar POM di Makassar dan Direktorat Pemberadayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik (PMPU OTKSK KOS) melaksanakan Sarasehan Jamu Nusantara dengan tema penggalian informasi empiris bahan alam di seluruh Indonesia dengan melibatkan unsur Pentahelix (Academy, Business, Community, Government and Medai atau ABCM).
Acara ini dilaksanakan di Swiss-Belhotel Makassar, tanggal 11 Juli 2022 yang dibuka secara resmi melalui daring oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan Badan POM RI, Ibu Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Balai Besar POM di Makassar, Ibu Dra. Hardaningsih, Apt.,MHSM sekaligus memandu pemaparan materi dan sesi diskusi.
Sebagai Narasumber dari Fakultas Farmas Unhas, Dinas Kesehatan Kota Makassar, GP Jamu dan Direktur PMPU OTKOSSK, sebagai Penanggap dari Pelaku Usaha Obat Tradisional, Ikatan Apoteker Indonesia, UIN Alaudiin dan Media Tribun Timur.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Kesra Pemprov Sulsel, OPD terkait (Disdik Prov Sulsel, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perpustakaan), Dosen Peneliti dari perguruan tinggi farmasi, Media, GP Jamu dan Pelaku Usaha Obat Tradisional.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, penggalian informasi empiris obat bahan alam dapat dikoordinasikan dalam integrasi program, kolaborasi, inventarisasi dan persamaaan persepsi antara semua pemangku kepentingan sehingga dapat tercipta sinergisme pengembangan Jamu Nusantara berdasarkan ramuan kearifan lokal menjadi produk Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka sehingga dapat menuju kemandirian di bidang Kesehatan.