Pada hari Selasa tanggal 9 Agustus 2011 bertempat di Pasar Nelayan Paotere Kota Makassar, dilaksanakan Pasar Murah Ramadhan 1423 H / 2011 M. Pasar murah ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Kepala Badan POM RI, Gubernur Sulawesi Selatan, serta beberapa unsur Muspida terkait. Pasar murah ini diselenggarakan di beberapa titik di Kota Makassar serta di kabupaten-kabupaten di propinsi Sulawesi Selatan, namun peresmian secara simbolis dilaksanakan di Pasar Nelayan Paotere Kota Makassar. Pasar murah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan akan produk pangan yang aman, bermutu dengan harga yang terjangkau. Balai Besar POM di Makassar ikut berpartisipasi dalam kegiatan dengan menghadirkan Tim Mobil Laboratorium Bergerak di lokasi kegiatan pasar murah tersebut.
_x000D_Setelah peresmian pasar murah dilakukan, Kepala Badan POM RI dan Menteri Perdagangan beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke beberapa titik pasar murah di Kota Makassar dan selanjutnya ke pasar tradisional Pa’baeng-baeng. Di Pasar pa’baeng-baeng ini kepala Badan POM RI Dra. Kustantinah Apt, M.App.Sc. membeli beberapa sampel pangan yang ada di pasar tersebut dan selanjutnya langsung diuji oleh Tim Mobil Laboratorium bergerak.
_x000D_Perjalan selanjutnya yaitu mendatangi lokasi sarana distribusi pangan ilegal yang telah disegel sebelumnya oleh Balai Besar POM di Makassar. Kepala Balai Besar POM di Makassar Drs. Maringan Silitonga, Apt., M.Kes. menjelaskan kepada Kepala Badan POM RI, Menteri Perdagangan serta rombongan bahwa di sarana tersebut telah diamankan produk pangan sebanyak 6354 dos dengan total nilai Rp. 371.430.000. Hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Badan POM RI dengan menyelenggarakan jumpa pers secara bersama-sama oleh Menteri Perdagangan di Aula Kantor BBPOM di Makassar. Dijelaskan pula bahwa hasil sampling di lokasi Pasar Nelayan Paotere dari 6 sampel tidak satupun sampel yang ditemukan mengandung bahan berbahaya namun dari 15 sampel yang diambil di Pasar Pa’baeng-baeng ditemukan 2 sampel yang mengandung bahan berbahaya Rhodamin B yaitu terasi dan kerupuk singkong.
_x000D_Pada keesokan harinya, Rabu 10 Agustus 2011, Kepala Badan POM RI didampingi oleh Deputi II Badan POM Bapak Drs. Ruslan Aspan, Apt., MM. selaku Pembina BBPOM di Makassar dan Kepala BBPOM di Makassar Bapak Drs. Maringan Silitonga, Apt., M.Kes memberikan pencerahan kepada seluruh pegawai BBPOM di Makassar. Dalam kesempatan tersebut Ibu Kepala Badan POM RI menyampaikan bahwa pentingnya untuk menjaga sikap saling mempercayai dan satun dalam berorganisasi serta selalu berpikir positif sehingga organisasi tetap solid dan dapat menjadi institusi yang sesuai dengan Visi dan Misi Badan POM RI. Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi dengan beberapa staf BBPOM di Makassar sebelum Ibu Kepala Badan POM beserta rombongan bertolak kembali ke Jakarta.
_x000D__x000D_
BBPOM di Makassar
_x000D__x000D_
_x000D_ _x000D_