Makassar - Mutu obat kontrasepsi tidak hanya ditentukan sejak proses produksi, tetapi juga sangat bergantung pada bagaimana obat tersebut dikelola selama berada di sarana penyimpanan dan distribusi. Ketidaksesuaian kondisi penyimpanan, terutama suhu, dapat memengaruhi mutu obat dan pada akhirnya berdampak terhadap keamanan serta khasiatnya saat digunakan oleh masyarakat. Rabu (23/09/2026).
Karena itu, penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) menjadi bagian penting dalam memastikan obat kontrasepsi tetap memenuhi persyaratan mutu selama berada dalam rantai pengelolaan, mulai dari penerimaan, penyimpanan, penyaluran, hingga diserahkan untuk digunakan oleh pasien.
Untuk memperkuat hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar bersama BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Diskusi Partisipatif Kegiatan Penggerakan Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) di Kabupaten Takalar, Rabu (23/9). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Takalar tersebut diikuti oleh 50 peserta yang merupakan pengelola Alokon dari puskesmas, rumah sakit, dan gudang BKKBN di Kabupaten Takalar.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati. Dalam sambutannya, Fatmawati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama empat kementerian/lembaga, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Menurut Fatmawati, pengelolaan Alokon merupakan tanggung jawab bersama. Setiap sarana yang terlibat dalam pengelolaan Alokon berkewajiban memastikan alat dan obat kontrasepsi dikelola sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.
Hal tersebut penting untuk memastikan mutu dan keamanan Alokon tetap terjaga sepanjang rantai pengelolaan, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga digunakan oleh pasien, sehingga khasiat dan manfaatnya tetap sesuai dengan peruntukannya.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Lalo selaku narasumber dari BBPOM di Makassar menyampaikan materi “Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Tata Kelola Penyimpanan Alat dan Obat Kontrasepsi.”
Ahmad mengajak seluruh pengelola Alokon, khususnya pengelola obat kontrasepsi, untuk memastikan setiap tahapan pengelolaan dilakukan secara tepat dan terdokumentasi. Pengelolaan tersebut meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, penyerahan, pendokumentasian, hingga pemusnahan.
“Pengelolaan obat kontrasepsi harus dilakukan dengan benar pada setiap tahapannya. Jangan sampai obat yang diterima dalam kondisi memenuhi persyaratan, tetapi mutunya terganggu karena penyimpanan atau penyaluran yang tidak sesuai,” jelas Ahmad.
Ia menekankan bahwa dalam pengelolaan obat kontrasepsi perlu mengacu pada Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Penerapan CDOB bertujuan memastikan mutu obat tetap terjaga sepanjang proses penyimpanan dan distribusi hingga obat diterima dan digunakan oleh pasien.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemenuhan persyaratan kondisi penyimpanan. Dalam diskusi partisipatif, sejumlah peserta menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan, terutama keterbatasan sarana dan prasarana penyimpanan dan penyaluran Alokon dalam menjaga kondisi suhu yang dipersyaratkan.
Berbagai kendala tersebut menjadi bagian penting dalam diskusi untuk mencari solusi bersama. Pengelolaan obat dengan persyaratan penyimpanan tertentu membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, serta pemantauan kondisi penyimpanan secara berkala dan terdokumentasi.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Makassar dan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pengelola Alokon. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap standar pengelolaan Alokon sehingga mutu, keamanan, dan khasiat obat kontrasepsi tetap terjaga hingga digunakan oleh masyarakat.
Terus bersinergi, perkuat tata kelola, dan terapkan CDOB di setiap sarana pengelolaan Alokon untuk memastikan obat kontrasepsi yang diterima masyarakat tetap bermutu, aman, dan berkhasiat.
Balai Besar POM Di Makassar
#BPOMRI
#SahabatBPOM
#HALOBPOM1500533
#SinergiBPOM
#KerjaSamaBPOM
#HUTBPOMRI25
#PerkuatPenerapanCDOB