Untuk Menjamin Keamanan dan Mutu Pangan Olahan yang Beredar di Masyarakat Balai Besar POM di Makassar Melaksanakan Pengawasan Keamanan Pangan dengan Melakukan Survey Pasar di Kabupaten Gowa.

31-03-2024 Balai Besar/Balai POM Dilihat 149 kali

Makassar - Sebagai pusat perekonomian masyarakat, pasar rakyat harus menerapkan keamanan pangan dalam setiap aktivitasnya dengan melibatkan seluruh komunitas pasar dan aman dari bahan berbahaya. Kepala BPOM telah mengeluarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penerapan Sistem Jaminan Keamanan dan Mutu Pangan Olahan di Sarana Peredaran, untuk itu pelaku usaha (pedagang pasar) dihimbau untuk selalu mematuhi regulasi, menerapkan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik, dan memastikan protokol kesehatan diterapkan di tempat usaha.

Pasar rakyat merupakan ujung tombak keamanan pangan dimana masyarakat sebagai konsumen memperoleh pangan sebelum dikonsumsi. Berbagai produk pangan, baik pangan segar maupun pangan olahan dengan mudah kita jumpai di pasar rakyat. Kurangnya pengendalian dan pengawasan yang dilakukan menyebabkan masih banyaknya temuan pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Kuning Metanil (Methanil Yellow) dan Rhodamin B di pasar rakyat. Keberadaan pangan yang mengandung bahan berbahaya tersebut tentunya sangat tidak diinginkan karena dapat mengganggu kesehatan konsumen.

Pengendalian penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan seharusnya dilakukan di seluruh pasar rakyat yang ada. Namun demikian, perlu ada skala prioritas agar pengendalian bisa dilakukan secara bertahap. Identifikasi pasar perlu dilakukan untuk memilih pasar sasaran dimana pasar sasaran ini secara umum memenuhi kriteria pasar sehat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat, yaitu pasar rakyat yang bersih, aman, nyaman, dan sehat melalui pemenuhan Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan, Persyaratan Kesehatan, serta sarana dan prasarana penunjang dengan mengutamakan kemandirian komunitas pasar.

Pasar yang disurvei di Kabupaten Gowa adalah Pasar Malino, Pasar Bontorea dan Pasar sentral. Survei dilakukan pada selama dua hari yaitu tanggal 19 dan 20 Maret 2024. Dalam melakukan survei petugas didampingi kepala pasar dengan melihat kondisi pasar baik fasilitas penunjang, kebersihan, perilaku pedagang dan lain-lain. Survei juga dilakukan terhadap pedagang yang diduga menjual produk pangan mengandung bahan berbahaya Boraks, Formalin, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B. Petugas melakukan wawancara kepada pedagang terkait cara pedagang memperoleh dagangan dan penyimpananannya apabila tidak habis terjual. (19/03/2024).

Identifikasi pedagang pasar dan inventarisasi bahan berbahaya dan pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya merupakan tahap kegiatan lanjutan yang harus segera dilaksanakan setelah suatu pasar rakyat ditetapkan sebagai pasar sehat yang akan dikendalikan sebagai Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

 

BBPOM di Makassar

#BPOMRI

#SahabatBPOM

#HALOBPOM1500533

#SeputarBPOM

#KerjaSamaBPOM

#PasarPanganAman

#CekKlik

Sarana